Ghadhab
A. Pengertian Ghadab
Marah adalah sifat alamiah yang ada pada manusia namun di antara mereka ada yang bias mengendalikan nya ada juga yang tidak bisa maka itulah islam mengajarkan untuk bisa mengendalikan marah seperti dalam sebuah hadist di bawah ini
"Ada seorang lelaki meminta kepada Nabi saw. Katanya, "Wasiatkan kepada saya, ya Rasul Allah!". Baginda Nabi saw. menjawab, "Jangan marah!" Orang itu mengulangi permintaannya, dan Nabi saw. mengulangi pesannya, "Jangan marah!" (H.R. Bukhari).
Ada pun orang suka marah di sebut Ghadab yang artinya sifat seseorang yang mudah marah. Setiap melihat atau menghadapi persoalan kehidupan yang tidak disukai bahkan untuk hal yang sekecil apapun langsung marah. Setiap orang memang dikarunia oleh Allah SWT gejala emosional seperti senang, susah, geli, dan marah. Dengan demikian pada dasarnya setiap orang bisa marah, namun karena marah dapat menimbulkan berbagai akibat negatif, maka Allah SWT dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita dapat menahan atau mengendalikan marah tersebut. Disamping kita diperintahkan untuk menahan marah, kita juga dilarang memancing kemarahan orang lain.
B. tingkatan-Tingkatan Ghadab
1. Tingkatan Rendah
Sikapnya tidak kelihatan marah, sehingga orang lain sulit untuk menilai. Karena, gejolak marahnya ditutupi oleh sifat yang tenang
2. Tingkatan Sedang
Sikap marahnya kelihatan, tetapi masih dapat dikendalikan oleh akal. ia marah apa bila menghadapi masalah yang besar
3.Tingkatan Tinggi
Nah yang ini tingkatan yang berbahaya karena Sikap marahnya cepat kelihatan, karena marahnya selalu berlebihan. Marah semacam ini sulit dikendalikan oleh akal, karena sikapnya sudah dikendalikan oleh nafsu. Orang yang memiliki sifat marah tingkatan tinggi disebut pemarah
C. Bahaya-Bahaya dari Sifat Ghadab
- cepat Stess
- Wajah akan nampak lekas lebih tua
- Nafsunya mudah dikendalikan oleh syaitanirrajiim
- Dijauhi teman atau orang lain
- Dapat menambah dosa dan mengurangi amal baik manusia
- Dibenci oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, karena dapat menjerumuskan kita ke dalam perbuatan-perbuatan dosa besar.
Lawan dari sifat marah adalah sifat sabar. Sabar itu termasuk akhlakul karimah. Dan Allah SWT sangat mencintai orang yang bersifat sabar dalam kehidupannya. Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya: "...Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."(QS. Ali-'Imraan : 134)
D.Contoh Perilaku Ghadhab
- Saat teman kita menjelaskan prilaku kita yang salah maka orang yang pemarah justru marah besar saat di beritahu kesalahan kita
- seorang guru marah padahal sang murid hanya menjelaskan bahwa tulisan yang di tulis di papan tulis salah
- Kakak memarahi adiknya ketika di suruh beli sesuatu ke warung tidak di pedulikannya
E. Cara Menghindari Ghadhab
Cara menghindari dan menghilangkan sifat marah
Berikut ini pemakalah merangkum cara-cara menghindari dan menghilangkan sifat marah secara umum dan garis besarnya adalah sebagai berikut:
a. Ketahuilah akan akibat buruk dari marah
b. memperbanya istigfhar dan memupuk sifat sabar
c. banyak Mengevaluasi diri
d. Lapang dada, luas pandangan, gunakan akal dan pikiran serta tidak emosional.
e. Membaca ta’awudz (memohon perlindungan Allah dari godaan syaitan yang selalu membangkitkan amarah.
f. Apabila marah segeralah memberi maaf sebagaimana firman Allah sebagai berikut:
Artinya:.. Dan apabila mereka marah segera memberi maaf"
(Q.S.Asy-Syura: ayat 37)
g. Hendaklah berpedoman pada wasiat Rasullullah di bawah ini:
"Ada seorang lelaki meminta kepada Nabi saw. Katanya, "Wasiatkan kepada saya, ya Rasul Allah!". Baginda Nabi saw. menjawab, "Jangan marah!" Orang itu mengulangi permintaannya, dan Nabi saw. mengulangi pesannya, "Jangan marah!" (H.R. Bukhari).
h. “Tidak ada minuman yang lebih besar pahalanya di sisi Allah daripada seteguk kemarahan yang ditahan oleh seorang hamba, karena mengharapkan rida-Nya" (HR. Ibnu Majah).
i. "Siapa yang menolak marahnya, Allah akan menolak siksa-Nya dari orang itu dan orang yang memelihara lidahnya, Allah akan memelihara auratnya” (HR. At-Thabrani).
j. "Orang tidak dikatakan kuat bukan karena kuat berkelahi, tetapi karena ia bisa menguasai marahnya".
k. Perhatikan sabda rasulullah saw sebagai berikut
Artiya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kekuatan itu tidak dibuktikan dengan kemenangan dalam bergulat. Tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika sedang marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
l. Ketika timbul perasaan marah, hendaklah duduk sambil ingat Allah. Kalau duduk masih marah juga, hendaklah segera berwudu, karena dengan berwudu badan terasa segar. Kemarahan dipengaruhi setan dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan oleh air, maka setan dibasmikan oleh dinginnya air wudu.
Artinya:
“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan sesungguhnya setan itu kejadiannya dari api, dan sesungguhnya api itu dapat padam dengan air. Jika diantara kamu marah, segeralah berwudul.” (H.R. Abu Dawud)
Komentar
Posting Komentar